Label

Senin, 11 Januari 2010

Tips Sukses Menjawab Soal-soal TOEFL


Persiapan sebelum menghadapi test TOEFL akan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam memahami bahasa Inggris. Tetapi itu semua akan menjadi tidak berarti apabila soal-soal test TOEFL tidak dapat dijawab dengan baik karena faktor-faktor non teknis yang terjadi pada saat menjalani test TOEFL.

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan selama menjalani test TOEFL:

  • Santai. Selama semua sudah dipersiapkan sebelumnya maka tidak ada alasan untuk gugup, panik, atau nervous menghadapi test. Apabila perasaan gugup, panik, atau nervous itu ternyata terjadi pada saat test, cobalah untuk menutup mata sejenak dan berkata pada diri sendiri, "Saya tidak perlu gugup, Saya sudah mempersiapkan diri" lalu tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan-lahan, rasakan semua bagian tubuh merasa santai, rileks.
  • Konsentrasi ke pertanyaan. Jangan bicara, pusatkan perhatian pada test TOEFL. Jangan melihat-lihat ke sekeliling kecuali jawaban yang berhubungan dengan soal-soal test TOEFL yang sedang dikerjakan. Jangan memikirkan nilai dan akibat yang didapat dari hasil test TOEFL ini, pusatkan semua perhatian pada soal dan jawaban test saat itu. Apabila tidak mengerti dan tidak mengetahui jawaban dari soal, pilihlah yang terbaik menurut Anda kemudian lupakan, pusatkan perhatian pada soal dan jawaban nomor selanjutnya.
  • Jangan nyontek. Pada test TOEFL, nyontek adalah permasalahan serius yang sangat dilarang. Jika ini dilakukan maka resikonya adalah jawaban test TOEFL tidak akan dinilai sehingga percuma sudah persiapan yang dilakukan selama ini.
  • Terus belajar. Apabila nilai test TOEFL masih juga tidak memuaskan, jangan putus asa, jangan dengarkan apa kata orang. Evaluasi hasil test, cari dimana letak kelemahan, kemudian perbanyak lagi review di section yang lemah tersebut. Sebaliknya apabila nilainya sudah memuaskan, tetap terus belajar karena banyak informasi dan pengetahuan penting yang dapat "dikumpulkan" dengan kemampuan bahasa Inggris yang sudah dimiliki.

Semoga sukses untuk kita semua.

(Taken from http://cangkruk.com)

Tips Menghadapi TOEFL


Menghadapi test TOEFL tidak cukup hanya berbekal pengetahuan teknis tentang listening, structure, dan reading saja. Banyak hal non teknis juga perlu diperhatikan sehingga tidak mengganggu, membuyarkan konsentrasi atau bahkan menjadi penyebab gagalnya test TOEFL. Beberapa di antaranya yaitu:
  • Tidak perlu terlalu berambisi untuk dapat menjawab benar 100% soal test TOEFL sehingga memaksakan diri untuk review seluruh materi TOEFL pada malam sebelum test TOEFL dilakukan. Cukup review inti dari setiap section yang dianggap penting, karena mereview semua materi justru akan membuat bingung dan panik. Ingat, dengan hanya 75% dari soal TOEFL dapat dijawab dengan benar itu sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan nilai yang baik.
  • Upayakan tidak bepergian di malam sebelum test. Kalau ini dilakukan maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk melakukan review beberapa hal penting yang mungkin akan sangat berguna pada saat test keesokan harinya.
  • Siapkan sedikitnya tiga buah pensil yang sudah diruncingkan (siap pakai), kalau bisa pensil yang sudah ada penghapusnya sehingga mudah dan cepat digunakan apabila diperlukan. Untuk antisipasi, tidak ada salahnya membawa juga peruncing pensil, tetapi upayakan pensil tetap sudah diruncingkan sejak dari rumah.
  • Jangan lupa membawa tanda pengenal atau kartu test sesuai persyaratan mengikuti test TOEFL yang sudah ditentukan. Petugas dapat melarang peserta yang lalai dalam hal ini untuk mengikuti test.
  • Bangunlah lebih pagi dari biasanya. Umumnya pengawas tidak mengijinkan peserta untuk masuk mengikuti test apabila test sudah berlangsung.
  • Test akan berlangsung selama sekitar tiga jam tanpa istirahat, dengan dua jam adalah waktu untuk menyelesaikan soal-soal test sedangkan sisanya adalah untuk penjelasan dan instruksi-instruksi. Karenanya sarapan yang cukup akan sangat membantu untuk menghindari rasa lapar selama test.
  • Meskipun di ruangan test biasanya sudah tersedia jam, akan sangat membantu apabila membawa jam.
  • Ingat bahwa buku, kamus, tape recorder, telepon genggam dan yang sejenis, korek api, pulpen, dan catatan-catatan tidak akan diperkenankan untuk digunakan selama test.
  • Umumnya tempat duduk pada saat test sudah ditentukan, duduklah sesuai tempat yang ditentukan dan berkonsentrasilah pada soal dan jawabannya. Hindari berkomunikasi dengan teman selama test berlangsung, karena bisa dituduh curang atau mencontek oleh pengawas test.
  • Jawaban dari keseluruhan soal-soal test adalah multiple choice. Pilih salah satu jawaban yang benar dengan cara memberi tanda hitam (marking) secara penuh pada lingkaran oval jawaban yang tersedia. Pastikan tanda hitam tersebut tidak keluar dari batas lingkaran yang sudah ditentukan. Kelalaian dalam hal ini menyebabkan jawaban tidak dikenali oleh sistem komputer.
  • Apabila diperlukan, dibenarkan untuk merubah jawaban, hapus jawaban yang salah dan marking jawaban lain yang benar tetapi lakukan dengan hati-hati karena "hapusan" yang tidak bersih menyebabkan komputer menganggap ada dua jawaban pada satu soal.
  • Biasanya tidak diperkenankan untuk menandai jawaban pada lembar soal, memberi garis bawah, memberi catatan, atau mencoret-coret lembar soal. Jangan lakukan atau pengawas bisa memiliki alasan untuk menegur peserta test.
  • Jawaban yang dinilai hanyalah jawaban Benar. Karenanya jangan biarkan lembar jawaban kosong karena jawaban salah tidak akan mengurangi nilai, dan jangan pula menjawab lebih dari satu jawaban.
  • Jika tidak yakin mana jawaban yang benar dari seluruh jawaban tersedia, lakukan tips ini: Perhatikan jawaban-jawaban yang menurut Anda salah, kemudian dari jawaban tersisa pilih salah satu yang menurut Anda paling benar.
  • Apabila sama sekali tidak dapat memilih mana jawaban yang benar dan salah, Pilih salah satu huruf dari jawaban (misal B) kemudian gunakan jawaban B ini untuk soal-soal lainnya yang juga sama sekali tidak tahu jawabannya. Dengan cara memberikan jawaban sama pada soal-soal yang tidak tahu jawabannya, maka kemungkinan (probabilita) jawaban tersebut benar adalah sebesar 25%. Gunakan trik ini terutama apabila waktunya sudah sangat mepet.

Beberapa hal di atas adalah hal-hal sederhana yang jika dilaksanakan akan sangat mengurangi faktor-faktor non teknis yang bisa menjadi penghambat atau penyebab kegagalan test TOEFL.

(Taken from http://cangkruk.com)

Tips Meraih Skor TOEFL Tinggi


Seringkali tidak disadari bahwa tidak selalu mereka yang pandai berbahasa Inggris dapat memperoleh nilai TOEFL yang tinggi dengan mudah. Hal tersebut dikarenakan test TOEFL tidak hanya sekedar membaca dan menerjemahkan saja tetapi lebih dari itu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dalam hal membaca dan mendengarkan percakapan bahasa Inggris serta struktur dalam bahasa Inggris. Masih tidak cukup hanya itu, terkadang diperlukan latihan dan pengalaman yang cukup sebelum terbiasa dengan soal-soal test TOEFL.
Apabila pernah mengikuti test TOEFL dan mendapatkan nilai tidak seperti yang diharapkan maka jangan khawatir karena nilai TOEFL tersebut sebenarnya dapat dijadikan "modal awal" untuk memperoleh nilai yang lebih tinggi lagi. Dengan pernah mengikuti test TOEFL sebelumnya maka dapat diketahui letak kelemahan yang perlu diperbaiki sehingga diharapkan pada test selanjutnya bisa memperoleh nilai yang lebih tinggi.
Terdapat empat tips yang dapat dijalankan untuk mendapatkan nilai TOEFL yang lebih tinggi, yaitu:
  • Tips pertama, perhatikan dari tiga section (Listening, Structure, Reading) yang telah dinilai pada test TOEFL sebelumnya section mana yang mendapat nilai terendah. Jika nilai terendah adalah pada Listening maka fokuskan porsi review lebih banyak pada Listening. Demikian juga halnya jika nilai terendah pada Reading atau Structure, maka fokus review pada kedua section tersebut diberikan lebih banyak.
  • Tips kedua, manfaatkan waktu sedikitnya satu jam sehari untuk melakukan review sehingga waktu tujuh jam seminggu yang diperlukan untuk review dapat terdistribusi secara merata di setiap harinya. Dengan waktu review yang relatif tidak terlalu lama di setiap harinya, maka hasilnya akan efektif untuk meningkatkan nilai TOEFL pada test berikutnya.
  • Tips ketiga, jangan sekalipun mencoba untuk menghapalkan pertanyaan dan jawaban test TOEFL dari contoh-contoh soal TOEFL manapun. Hal tersebut dikarenakan contoh-contoh soal test tersebut bisa saja mirip tetapi mungkin tidak akan sama persis.
  • Tips keempat, pada saat mengerjakan soal-soal latihan jangan tergesa-gesa untuk beralih ke soal latihan selanjutnya. Cobalah untuk berpikir dan memahami setiap jawaban yang kita pilih, kenapa jawaban b yang dipilih? kenapa tidak a? apakah soal ini mirip dengan soal sebelumnya? dimana kemiripannya? dan seterusnya.
Intinya, apa yang dilakukan dalam menghadapi test TOEFL pada dasarnya adalah mempelajari bagaimana agar kita memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat menjawab soal-soal test TOEFL dengan baik sehingga memperoleh nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya.
(Taken from http://cangkruk.com)

Motivational Behavior Test


Kali ini aku melakukan tes motivasi untuk mengetahui sejauh mana motivasi yang aku miliki dalam mengerjakan sesuatu. Sama seperti sebelumnya, tes ini hasilnya tidak mutlak. Silahkan diambil sisi positifnya. Berikut ini adalah hasil tes:

You are a driven and motivated person, with a positive outlook towards completing tasks. You mostly work hard and play hard and are responsive to positive motivation.You have a very strong drive to complete tasks that you have set yourself, or that others have set for you. You actively seek out activities that will make you happy, including parties, hanging out with family and friends or even thrill seeking through sports etc... You also tend to be fairly impulsive.

Artinya aku punya semangat dan motivasi yang tinggi dalam mengerjakan sesuatu. Semoga aja memang seperti hasil tes ini.

You are very motivated by seeking reward for your behaviour. The offer of a reward (such as a promotion for working hard or winning a bet) will keep you motivated to complete difficult activities. Your major motivation is to avoid things that you don't like. This can mean organising your life to avoid activities you don't enjoy, or to escape punishment or pain. You can also tend to be a fairly nervous person.

Reward terkadang dibutuhkan untuk memotivasi seseorang. Aku juga punya kecenderungan menghindari konflik dengan seseorang. Hasil tes ini ada banyak kesamaan dengan tes kepribadian dengan warna beberapa waktu lalu.














Sabtu, 09 Januari 2010

Cinta dan Persahabatan

Oleh Kwek Li Na
Kompas.com — Minggu, 19 Juli 2009 | 03:41 WIB

Acara televisi sore ini tak satupun membuat aku tertarik. Kalau sudah begini aku bingung entah apa yang harus aku lakukan. Tio bersama Sany kekasihnya, sahabatku Ricky entah kemana? Mall, bioskop ataupun perpustakaan, bukan tempat yang aku suka, apalagi mesti pergi sendirian.

mmm…Pantai.

Ya pantai. kayaknya hanya pantailah, tempat yang mampu membuat aku merasa damai dan tak aneh jika aku pergi sendirian.

Kuambil jaket, lalu kusamber kunci dan pergi menuju garasi. Kukendarai mobil mama yang nganggur di sana. Papa dan mama lagi keluar kota, jadi aku bisa keluar dan mengendari mobilnya dengan leluasa.

Terik panas masih menyengat, walaupun waktu sudah menjelang sore. Namun tak membuat manusia-manusia di Ibukota berhenti beraktivitas meskipun di bawah terik matahari yang mampu membakar kulit. Jalan-jalan macet seperti biasanya. Dipenuhi mobil dari merek ternama ataupun yang sudah tak layak dikendarai.

Lalu di depan kulihat pemandangan lain lagi. Pedagang kaki lima duduk lesu menunggu pelangannya.
Krisis yang melanda membuat banyak orang hati-hati melakukan pengeluaran, bahkan untuk membeli jajan pasar.Walaupun tak seorang yang menghampirinya, namun dia tetap semangat menyapa orang-orang yang lewat dan akhirnya ada juga satu pembeli yang menuju arahnya.

Sekilas kulihat orang itu kok mirip sekali dengan Ricky. Kugosok-gosok mataku, menyakinkan pandanganku. Kutepikan mobilku, lalu aku berhenti di tepi jalan itu. Dengan setengah berlari, aku mengejar sosok itu.

Ah…kendaraan sore ini banyak sekali, sehingga membuat aku kesulitan untuk menyeberang jalan ini. Tapi akhirnya terkejar juga, dengan nafas tersengal-sengal, kujamah bahunya.

“Ky!” seruku tiba-tiba, sehingga membuatnya terkejut.

“Anda siapa?” tanya Ricky pura-pura tak mengenalku.

“Ky. Sekalipun kamu jadi gembel , aku akan tetap menggenalmu.” jelasku mendenggus kesal.

“Sudahlah, Sophia, jangan membuat aku terluka lagi.” tukasnya begitu sinis seraya beranjak pergi.

“Ky…Ky…knapa kamu tak pernah mau mendengarkan penjelasanku!” teriakku sekeras-kerasnya. Namun bayangan Ricky semakin menjauh dan akhirnya tak kelihatan.

***

Ricky, Tio dan aku adalah sahabat karib dari kecil. Setelah tumbuh besar, aku tetap mengganggap Ricky adalah sahabat terbaikku, tapi Ricky punya rasa berbeda dari persahabatan kami. Yang aku cintai adalah Tio. Ini yang membuat Ricky menjauhiku. Tapi yang Tio cintai bukan aku, tapi Sany, teman sekelasnya.

Cinta, sulit di tebak kapan dan di mana berlabuh!

Banyak orang tak bisa terima, jika cintanya ditolak, tapi bukankah cinta tak mungkin dipaksa?

Tak mendapatkan cinta Tio, tak membuatku menjauh darinya, tapi aku akan tetap menjadi sahabat baiknya. Walaupun ada sedikit rasa tidak puas, kadang rasa cemburu menganggu hati kecilku, saat kutahu untuk pertama kali, orang yang Tio cintai adalah orang lain.

Aku harus bisa menerima keputusannya , walaupun terasa berat . Bukankah, kebahagian kita adalah melihat orang yang kita cintai hidup berbahagia, baik bersama kita atau tidak?

Tapi tidak dengan Ricky, dia lebih memilih, meninggalkanku, mengakhiri persahabatan manis kami. Pergi dan aku tak pernah tahu kabarnya. Tapi apapun yang terjadi, aku akan selalu berharap suatu saat kami akan dipertemukan lagi.

Karena bagiku, cinta dan persahabatan adalah dua ikatan yang sama. Ikatan yang tak satupun membuat aku bisa memilih satu diantaranya.

***

Sudah seminggu, setiap hari, aku datang kepersimpangan ini. Berharap bisa melihat sosok Ricky lewat disekitar sini lagi. Tapi, Ricky hilang bagai ditelan bumi. Aku hampir putus asa.

Aku sudah capek menunggu, akhirnya aku bangun dan ingin beranjak pergi. Knapa tiba-tiba, indera keenamku, memberiku insting, kalau Ricky ada di sekitarku.

Kubalikan kepala, kulihat sosok Ricky setengah berlari menyeberang jalan di belakang posisiku. Aku berlari menggejar sosok itu. Kuikuti dia dari belakang. Aku pingin tahu dimana dia berada sekarang.

Akhirnya kulihat Ricky, masuk ke sebuah gang kecil, kuikuti terus , sampai akhirnya dia masuk ke sebuah rumah yang sangat sederhana.

“Knapa Ricky lebih memilih hidup disini, daripada di rumah megah orangtuanya?”

”Knapa dia, tinggalkan kehidupannya, yang didambakan banyak orang?”

”Knapa semua ini dia lakukan?”

“Knapa?”

Banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepalaku.

Setelah dia masuk kurang lebih 10 menit, aku masih berdiri terpaku dalam lamunanku, dengan pertanyaan-pertanyan yang jawabanya ada pada Ricky. Aku dikejutkan suara seekor anak anjing jalanan, yang tiba-tiba menggonggong.

Aku memberanikan diri memencet bel di depan rumahnya itu.

“Siapa?” terdengar suara dari balik pintu.

Aku diam, tak memberi jawaban. Setelah beberapa saat aku lihat Ricky pelan-pelan membuka pintu. Nampak keterkejutannya saat melihatku, berada di depannya.

“Ky…boleh aku masuk?” tanyaku hati-hati.

“Maukah kamu memberikan sahabatmu ini, segelas air putih.” ujarku lagi.

Tanpa bicara, Ricky mengisyaratkan tangannya mempersilahkan aku masuk. Aku masuk keruangan tamu. Aku terpana, kulihat rumah yang tertata rapi. Rumah kecil dan sederhana ini ditatanya begitu rapi, begitu nyaman. Kulihat serangkai bunga matahari plastik terpajang di sudut ruangan itu.

“Ricky, kamu tak pernah lupa, aku adalah penggagum bunga -bunga matahari.” gumanku.

Dan sebuah akuarium yang di penuhi ikan berwarna-warni, rumput-rumput dari plastik dan karang-karang di dalamnya. Ricky tahu betul aku penggagum keindahan pantai dan laut. Walaupun hal-hal ini dulunya, setahuku, kamu tak menyukainya. Kulihat juga banyak foto persahabatan kami yang di bingkainya dalam bingkai kayu yang sangat indah, terpajang di dinding ruang tamu ini.

Bulir-bulir air mataku, perlahan-lahan mulai tak mampu aku bendung. Aku benar-benar terharu dengan semua yang Ricky lakukan. Begitu besar cinta Ricky buatku. Kupeluk dia, yang aku sendiri tak tahu, apakah pelukan ini adalah pelukkan seorang sahabat ataupun sudah berubah menjadi pelukan yang berbeda?

Ricky kaget, namun akhirnya dia membalas pelukanku, dan memelukku lebih erat lagi , seakan-akan ingin menumpahkan segala rindu yang sudah hampir tak terbendung dalam hatinya.

Kami menghabiskan sore ini dengan berbagi cerita, pengalaman kami masing-masing selama perpisahan yang hampir 2 tahun lamanya dan akhirnya Ricky mengajakku makan, ke sebuah restoran kecil yang sering dikunjunginya seorang diri, di dekat rumahnya. Terdengar alunan tembang-tembang romatis , suasana hening, membuat kami terbuai dalam hangatnya suasana malam itu.

***

Sekarang Ricky sudah tahu, Tio sudah bersama Sany. Kami sekarang menjadi 4 sekawan. Sany juga telah menjadi anggota genk kami.

Ternyata setelah aku mengenalnya lebih lama, Sany adalah sosok yang sangat baik hati, menyenangkan, ramah dan peduli dengan sahabat. Ah…menyesal aku tak mengenalinya lebih dalam sejak dulu.

“Ky , biarlah semua berjalan apa adanya, mungkin cinta akan pelan-pelan muncul dari hatiku.” ujarku suatu hari, saat Ricky mengungkit masalah ini lagi.

“Oke, aku akan selalu menunggumu. Sampai kapapun. Karena tak akan ada seorangpun yang mampu membuatku jatuh cinta . Hanya kamu yang mampu membuat aku damai, tenang dan bahagia.” jelasnya panjang lebar

Sekarang aku memiliki tiga orang sahabat baik. Tak akan ada lagi hari-hariku yang kulalui dengan kesendirian, kesepian dan kerinduan.

Hampir setiap akhir pekan, kami menghabiskan waktu bersama, ke pantai, ke puncak ataupun hanya sekedar berkaroke di rumah sederhana Ricky. Hidup dengan tali persahabatan yang hangat, membuat hidup semakin berarti dan lebih bahagia.

***

Waktu berjalan begitu cepat. Tiga tahun sudah berlalu. Kebaikan-kebaikan Ricky mampu membuat aku merasa butuh dan suka akan keberadaannya di sampingku. Rasa itu pelan-pelan tumbuh tanpa kusadari dalam hatiku.

Aku jatuh hati padanya setelah melalui banyak peristiwa. Cinta datang, dalam dan dengan kebersamaan.

Apalagi dengan sikap dan perbuatan yang ditunjukannya. Membuat aku merasa, tak akan ada cinta laki-laki lain yang sedalam cinta Riky.

Sekarang Ricky bukan hanya kekasih yang paling aku cintai tapi juga seorang sahabat sejati dalam hidupku.

Taiwan, 11 Oktober 2008

Jumat, 08 Januari 2010

Tes Kepribadian dengan Warna


Ada banyak jenis tes kepribadian. Aku tertarik dengan tes ini karena aku belum pernah mencobanya. Aku sudah sering ikut tes kepribadian tapi jenis pertanyaannya ya begitu-begitu saja. Tes ini cukup unik karena kepribadian kita bisa diketahui melalui warna yang dipilih. Berikut ini hasil tes yang telah aku lakukan. Ingat, ini hanya prediksi belaka. Belum tentu mencerminkan kepribadian yang sesungguhnya.

These results are provided as a fun way to examine your personality, but even though the results are very accurate you should not consider them a diagnosis. See a doctor or psychologist for that!.

Dari penjelasan di atas, jelas disebutkan bahwa walaupun hasilnya bener-bener akurat tetap harus berkonsultasi dengan psikolog.

Zain Amin's Existing Situation

"Creative and emotional, looking for ways to further expand those qualities. Looking for a partner who enjoys the same activities. Seeking adventure and new and unusual activities."

Aku memang selalu berusaha melakukan yang terbaik. Aku juga sudah menemukan patner yang bisa kuajak berbagi dengan bidang yang sama pula. Selain itu aku juga suka petualangan dan kegiatan yang belum pernah dilakukan orang lain.

Zain Amin's Stress Sources

"Feels empty and isolated from others and wishes to overcome this feeling. Believes life has more to offer him than what he was experienced thus far, and doesn't want to miss out on anything. He purses all his goals and dreams, fearful that any missed opportunity will cause him to miss out on even more. Quickly becomes an expert in any field he pursues and can sometimes come off as overbearing and nosy."

Aku memang terkadang merasa kesepian. Aku membutuhkan teman yang bisa diajak berbagi dan banyak memberikan saran yang bersifat membangun. Walaupun begitu aku nggak mau ketinggalan apapun. Aku juga termasuk fast learner dalam belajar. Dengan cepat aku bisa menguasai sesuatu terutama hal-hal yang aku sukai.

Zain Amin's Restrained Characteristics

Current events leave him feeling forced into compromise in order to avoid being cut off from affection or future cooperation.

Terkadang aku merasa dipaksa berkompromi dengan lingkungan, namun hal itu memang tidak bisa dihindari.

"Struggles to make his demands clear, but feels ignored. Feels resentful, but acts as if he doesn't care, doing what is necessary to keep peace."

Aku cinta damai. Aku berusaha keras untuk menghindari konflik dengan orang lain.

"Insists his hopes and ideas are realistic and achievable, but needs encouragement and support. His self-centeredness can cause him to take things too personally."

Aku orangnya realistis, tapi aku membutuhkan dukungan orang lain agar aku tetap berjalan di jalan yang aku pilih.

Zain Amin's Desired Objective

"Desires a conflict-free environment which offers security and physical safety. Looking for love, kindness, and understanding. Fears loneliness and the heartache of separation and rejection."

Pastinya, aku berusaha menghindari konflik dan mencari cinta, kebaikan, dan pengertian.

Zain Amin's Actual Problem

Needs to find a stable and peaceful environment which will free him of the worries that are preventing him from achieving the things he wants.

Aku memang berusaha mencari lingkungan yang nyaman untuk melakukan semua aktifitasku.

Zain Amin's Actual Problem #2

"Prefers to be left in peace and avoids arguments, confrontation, and conflicts."

Ya, begitulah. Aku berusaha menghindari debat, konfrontasi, dan konflik dengan orang lain.

Aku sih nggak terlalu percaya dengan hasil tes ini, tapi aku akan ambil sisi positifnya. Silahkan mencoba kalau memang tertarik di http://www.colorquiz.com.

Rabu, 06 Januari 2010

Budaya Nyontek


Mahasiswa mengenalku sebagai dosen yang kereng. Itu sih pendapat mereka. Aku menanggapinya biasa-biasa aja. Sebenarnya aku ya nggak sejahat itu. Aku hanya membiasakan mereka untuk bersikap disiplin dan mandiri. Aku sering memberikan banyak tugas kepada mereka. Fungsinya agar mereka mau belajar melalui tugas-tugas tersebut. Tentu saja tugas-tugas tersebut aku sesuaikan dengan kemampuan mereka. Selain itu aturan-aturan saat proses belajar mengajar berusaha aku jalankan dengan baik. Menurutku tanpa adanya disiplin pribadi dari tiap-tiap mahasiswa, mereka tidak akan bisa berhasil.

Aku berusaha memberikan yang terbaik terhadap mereka. Akan tetapi mereka terkadang kurang memahami masalah tersebut. Aku sendiri sudah menjalani seperti mereka. Sekolah itu tidak mudah. Yang dibutuhkan seorang mahasiswa untuk lulus itu bukan hanya kecerdasan semata. Mereka membutuhkan kerja keras. Aku sendiri bukan orang yang jenius atau pintar. Dengan usaha keras aku berhasil menyelesaikan kuliah hingga S-2. Bukan berarti aku mau balas dendam kepada mereka. Aku hanya ingin di dalam diri mereka tumbuh kedisiplinan. Yang dibutuhkan agar orang bisa lulus sekolah selain biaya adalah kerja keras. Mau melaksanakan tugas-tugas yang diberikan dosen sesuai dengan batas kemampuan.

Hari ini adalah masa ujian akhir semester . Hari ini memasuki hari yang ketiga. Sekitar jam 10 pagi aku memasuki kelas untuk menjaga ujian. Ketika memasuki kelas, aku terkejut dengan sorakan mahasiswa.

“Waaahh………..” sorak mahasiswa dengan kecewa.

“Bukannya Pak Eza yang jaga hari ini.” tanya salah seorang mahasiswa yang duduk di depan.

“Dosen yang lain apa nggak ada, Pak.” timpal salah seorang mahasiswa yang lain.

“Bukan, bisa dosen siapa saja yang jaga.” jawabku dengan tenang.

Aku membuka amplop ujian berisi soal, lembar jawaban, berita acara ujian, dan lembar presensi. Lalu aku suruh mahasiswa meletakkan tas mereka di depan kelas. Mereka terlihat kecewa setelah tahu aku yang menjaga kelas. Aku paham mereka kecewa, karena aku disiplin saat menjaga ujian. Aku selalu mengawasi mereka dan selalu berdiri di depan. Kalau capek, biasanya aku pindah ke sudut kelas yang lain dengan tetap mengawasi tindak-tanduk mahasiswa. Terkadang kalau ada yang nyontek aku ingatkan supaya bekerja sendiri. Kali pertama kali kedua mereka nyontek, aku masih ingatkan dengan sabar. Tapi kalau tetap nggak bisa diingatkan, aku panggil dia dan aku suruh pindah ke bangku kosong paling belakang agar mudah mengawasinya. Aku nggak pernah bosan mengingatkan dan mengingatkan. Kalau mereka bener-bener sudah keterlaluan, aku ambil lembar jawabannya dan aku suruh meninggalkan kelas.

Memang ada saatnya mahasiswa bekerja sama, yaitu saat mereka bekerja kelompok di kelas. Tidak saat ujian seperti ini yang fungsinya untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi kuliah yang telah diberikan. Namun budaya ngrepek/nyontek di di kampus ini susah sekali dihilangkan. Tapi aku akan berusaha untuk meminimalisir agar budaya jelek ini tidak berlanjut.